LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN PENYANGGA - Kompifiles

Latest

Rabu, 23 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN PENYANGGA


CARA KERJA LARUTAN PENYANGGA
A.    Tujuan
Untuk mengetahui nilai pH dan sifat asam basa dalam larutan penyangga.

B.     Landasan Teori
Larutan penyangga, buffer, atau dafar adalah campuran asam lemah dengan garamnya dari basa kuat atau campuran basa lemah dengan garamnya dari asam kuat. Misalnya, CH3COOH dengan larutan CH3COONa dan larutan NH3 dengan larutan NHCl. Campuran larutan ini mempunyai sipat penyangga (penahan) terhadap usaha untuk mengubah pH, artinya penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau penambahan air tidak mengubah pH larutan.
Dalam industri atau kedokteran, kadang-kadang diperlukan larutan penyangga. Dalam darah ditubuh kita pun terdapat larutan penyangga ysng berfungsi untuk mempertahankan pH darah.
Dalam larutan penyangga yang mengandung asam lemah dengan garamnya, dapat ditemukan konsentrasi ion H+ dengan rumus:

[H+] = K­a  mol asam lemah       Ka : tetapan kesetimbangan asam
                mol basa konjugat

Dalam larutan penyangga yang mengandung basa lemah dengan garamnya, dapat ditentukan konsentrasi ion OH- dengan rumus:

[OH-]= Kb mol basa lemah        Kb: tetapan kesetimbangan basa
                 mol asam konjugat

C.     Alat dan Bahan
·         Gelas Kimia
·         Natrium asetat 0,1 M
·         Larutan asam asetat 0,1 M
·         HCl 0,1 M
·         NaOH 0,1 M
·         NH4OH 0,1 M
·         Indikator pH universal

D.    Cara Kerja
1.      Campurkan 2,5 mL larutan asam asetat 0,1 M dengan 2,5 M larutan natrium asetat 1 M dan homogenkan, kemudian bagi larutan menjadi lima masing-masing 100 mL, masukan ke dalam gelas kimia dan beri nomor 1 sampai 5!
2.      Hitung pH larutan sebelum dan sesudah dicampur secara teoritis dan catat masing-masing pH-nya!
3.      Ukurlah pH larutan masing-masing sebelum dan sesudah dicampur dengan indikator pH universal dan catat masing-masing pH-nya!
4.      Pada gelas kimia 1 tambahkan 1 tetes larutan HCl 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah HCl, dan hitung pH-nya secara teoritis!
5.      Pada gelas kimia 2 tambahkan 1 tetes larutan asam asetat 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah asam asetat dan hitung pH-nya secara teoritis!
6.      Pada gelas kimia 3 tambahkan 1 tetes larutan NaOH 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah NaOH, dan hitung pH-nya secara teoritis!
7.      Pada gelas kimia 4 tambahkan 1 tetes larutan NH4OH 1 M, kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah NH4OH, dan hitung pH-nya secara teoritis!
8.      Pada gelas kimia 4 tambahkan 100 mL air murni, kemudian kemudian ukurlah pH-nya dengan indikator pH universal setelah ditambah air murni, dan hitung pH-nya secara teoritis!
9.      Catat semua hasil penukuran pH dan hasil perhitungan Ph yang telah anda lakukan!


E.     Data Pengamatan
Larutan asam asetat 1 M + natrium asetat 1 M
No.
Zat yang diuji
pH sebelum dicampur
pH sesudah dicampur
1.
CH3COONa
3
4
2.
CH3COOH
6
4

Penambahan Larutan
No.
Zat yang diuji
pH
1.
Campuran 1 + HCl 1 M
1
2.
Campuran 2 + asam asetat 1 M
4
3.
Campuran 3 + NaOH 1 M
14
4.
Campuran 4 + NH4OH 1 M
4



F.      Kesimpulan
1.      Larutan CH3COOH dan CH3COONa merupakan larutan peyangga yang terdiri dari asam lemah dengan basa konjugasi/garam
2.      Larutan CH3COONa bertindak sebagai basa konjugasi/garam
3.      Larutan CH3COOH bertindak sebagai asam lemah
4.      Perbandingan antara pH awal dengan pH setelah penambahan HCl, NaOH maupun air  adalah menurut teori tetap, namun dalam penambahan sedikit asam/basa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar