LAPORAN PRAKTIKUM MENENTUKAN TRAYEK pH LARUTAN ASAM BASA DENGAN INDIKATOR ALAM - Kompifiles

Latest

Rabu, 23 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM MENENTUKAN TRAYEK pH LARUTAN ASAM BASA DENGAN INDIKATOR ALAM

LAPORAN PRAKTIKUM MENENTUKAN TRAYEK pH LARUTAN ASAM BASA  DENGAN INDIKATOR ALAM
A. Tujuan :
Untuk memahami bagaimana suatu bahan alami dapat digunakan sebagai indikator asam-basa pada suatu senyawa dan dapat menentukan kisaran trayek pH maupun pOH dari senyawa tersebut.
B. Landasan Teori :
Suatu sifat senyawa yang sangat penting adanya adalah sifat asam dan basa. Kita mengenal berbagai macam asam seperti asam cuka, dan asam jawa. Kita juga mengenal berbagai jenis basa seperti sabun yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Teori asam basa juga mengalami beberapa pengembangan. Asam dinyatakan merupakan suatu senyawa yang memiliki pH lebih kecil dari 7. < 7 merupakan pH netral dari reaksi H++OH- --> H2O. Sedangkan basa adalah senyawa yang memiliki pH lebih besar dari 7. Batas maksimum pH suatu senyawa adalah 14. Dari hal tersebut kita dapat menuliskan bahwa pH + pOH = 14. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang menghasilkan ion hidrogen dalam larutan. Sedangkan basa sukar larut dalam air karena basa memiliki ion hidroksida. Suatu asam dikatakan hipotetis apabila asam tersebut tidak stabil sehingga segera terurai menjadi zat lain.
Teori Arrhenius masih memiliki kelemahan, bahwa tidak semua reaksi asam harus berlangsung dalam larutan. Kemudian Bronsted-Lowry mendefinisikan asam dan basa dengan mengatakan bahwa asam merupakan donor proton sedangkan basa merupakan akseptor proton. Menurut Bronsted-Lowry, asam dan basa ini akan menghasilkan suatu pasangan konjugasi, yaitu suatu pasangan ketika asam melepaskan ion H+ nya kepada basa atau akseptor.
Untuk melengkapi teori-teori diatas, Lewis juga mengemukakan bahwa asam dan basa merupakan perpindahan electron dari suatu senyawa ke senyawa lainnya. Asam berperilaku sebagai akseptor pasangan elektron sedangkan basa sebagai donor pasangan elektron.
Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda-beda sesuai konsentrasi ion-Hidrogen. Indikator umumnya merupakan suatu asam atau basa organik lemah , yang dipakai dalam larutan yang sangat encer.
Asam atau basa indikator  yang tidak tedisosiasi mempunyai warna yang berbeda dengan hasil disosiasinya, sehingga memudahkan praktikan dalam menentukan apakah larutan tersebut bersifat asam atau basa.
Berikut adalah beberapa jenis indikator yang sering digunakan:

Indikator
Warna Asli
Trayek pH
Warna
Asam
Basa
Metil Jingga
Coklat Jingga
3,1-4,1
Merah Marun
Kuning Kehijauan
Metil Merah
Coklat Merah
4,2-6,2
Merah
Kuning Kecoklatan
Bromtimol Biru
Merah
6,0-7,6
Jingga
Biru
Kertas Lakmus
Merah
6,2-7,2
Merah
Biru
Fenolftalein
Bening
8,0-10,0
Bening
Merah Muda
Selain Indikator di atas larutan asam dan basa dapat ditentukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berwarna seperti, daun suji, kunyit , bunga mawar, bunga kembang sepatu, kol merah, bit, bawang merah, dll. Misalkan bit pada kondisi netral berwana merah akan berubah menjadi warna ungu dalam larutan asam dan kuning dalam larutan basa.
Walau demikian, warna yang diberikan tentunya memiliki jangkauan yang terbatas. Batas-batas pH ketika indikator mengalami perubahan warna disebut trayek perubahan warna indikator tersebut.

C. Alat dan bahan :
1.      Air cuka                                                                      13. Fenolftalein
2.      Minuman Bersoda (Sprite)                                          14. Daun Suji
3.      Larutan Abu Gosok                                                    15. Bunga Mawar
4.      Larutan Sabun Mandi                                                 16. Kunyit
5.      Pipet Tetes                                                                  17. Bawang Merah
6.      Tabung Reaksi                                                            18. Bunga Kembang Sepatu
7.      Metil Jingga                                                                19. Bawang Merah
8.      Metil Merah                                                                20. Mangkuk Porselen
9.      Bromtimol Biru                                                           21. Kol Merah
10.  Kertas Lakmus                                                            22. Air
11.  Tumbukan                                                                  
12.  Cawan
D. Langkah kerja :
Langkah kerja menggunakan indikator metil jingga (MJ), metil merah (MM), bromtimol biru (BB), kertas lakmus, dan fenolftalein, sebagai berikut:
1.      Sediakan beberapa sempel antara lain : cuka dapur, minuman bersoda, larutan abu gosok, dan larutan sabun mandi.
2.      Dari masing-masing larutan ujilah dengan menggunakan lima macam indikator metil jingga (MJ), metil merah (MM), bromtimol biru (BTB), kertas lakmus, dan fenolftalein (PP) dengan cara: ambil 1 mL masing-masing larutan sempel masukan ke dalam tabung reaksi dan tambahkan masing-masing larutan dengan 3 tetes indikator-indikator tersebut!
Langkah kerja dengan menggunakan indikator alami, sebagai berikut:
             1.     Pertama-tama, bahan-bahan yang sudah dibawa seperti kol merah, bunga kembang sepatu, daun suji, bunga mawar, kunyit, bawang merah, dan bit diletakkan dalam cawan, kemudian dicampur dengan sedikit air.
             2.     Lalu letakkan pada cawan yang terpisah untuk masing-masing bahan.
             3.     Kemudian gunakan tumbukan sehingga terdapat serat-serat dari masing-masing bahan alami tersebut.
             4.     Teteskan serat dari bahan-bahan tersebut pada mangkuk porselen yang tersedia. Untuk masing-masing bahan, teteskan pada 2 slot yang ada di lumpang porselen.
             5.     Teteskan Air Cuka ke salah satu dari 2 slot yang tersedia dari masing-masing bahan. Kemudian teteskan Air Sabun pada slot yang tersisa / slot lainnya.
             6.     Amati dan catat perubahan warna dari masing-masing serat bahan alami yang ditetesi masing-masing Air Cuka maupun Air Sabun.
E. Data Pengamatan
                        Hasil Pengamatan Indikator Bahan Metil Jingga (MJ), Metil Merah (MM), Bromtimol Biru (BTB), Lakmus, dan Fenolftalein (PP).
Larutan Sampel
MJ
MM
BTB
Lakmus
PP
pH
Cuka
Merah
Ungu
Jingga
Merah
Tak Berwarna
< 8
Minuman Bersoda (Sprite)
Merah
Ungu
Jingga
Merah
Tak Berwarna
< 8
Larutan Abu
Jingga
Kuning
Biru
Biru
Ungu
> 10
Air Sabun
Jingga
Kuning
Biru
Biru
Ungu
> 10
 Hasil Pengamatan Indikator Bahan dari Alam
No.
Bahan Alami
Warna Asli
Warna
Air Cuka
Air Sabun
1
Kol Merah
Ungu
Merah Muda
Kuning
2
Bunga Kembang Sepatu
Merah Muda
Rose Pink
Hijau Muda
3
Daun Suji
Hijau Tua
Hijau Tua
Hijau Tua
4
Bunga Mawar
Merah
Merah Marun
Coklat Kekuningan
5
Kunyit
Kuning
Kuning
Kecoklatan
6
Bawang Merah
Bening
Bening
Hijau Muda

F. Kesimpulan :
Dari hasil percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan. Suatu senyawa dipastikan memiliki asam basa yang berbeda-beda dalam range pH= 1-14 dimana pH=7 adalah pH netral. Oleh karena itu, maka dibuatlah suatu percobaan guna mengetahui berapa pH atau keasaman suatu senyawa. Dengan menggunakan senyawa-senyawa seperti pada tabel diatas yaitu Metil jingga, metil merah, bromtimol biru, kertas Lakmus maupun fenolftalein maka kita dapat mengetahui berapa pH suatu senyawa.
Tetapi dilain pihak, kita juga dapat menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengukur/ indikator pH. Dari percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua bahan alami dapat digunakan sebagai indikator trayek pH. Hal ini dapat dilihat bahwa Daun Suji tidak mengalami perubahan warna yang mencolok sehingga sulit bila digunakan sebagai indikator.
Untuk melihat trayek pH dari masing-masing bahan alami, kita dapat melihatnya dengan membandingkan slot asam pada bahan alami dengan slot asam pada senyawa-senyawa indikator metil jingga dll. Dari tabel tersebut, warna yang paling mirip dapat dikatakan sebagai range pH bahan alami tersebut.
Dari percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kol merah merupakan salah satu indikator bahan alami yang paling baik karena ketika diberikan asam, warnanya akan menjadi merah seperti Asam pada metil jingga(MJ), dan ketika basa warnanya menjadi kuning kehijauan. Bunga kembang sepatu dan bunga mawar juga cukup baik bila digunakan sebagai indikator karena masih adanya perubahan warna yang terlihat.
Maka kita dapat menyatakan bahwa semua senyawa memiliki pH yang berbeda-beda, namun dalam pengukurannya, yang dapat digunakan sebagai indikator trayek pH dapat digolongkan menjadi indikator bahan alami yang baik seperti kol merah karena adanya perubahan warna yang mencolok untuk pH yang berbeda-beda, maupun indikator sebagian seperti kunyit karena perubahan warna yang hanya sensitif pada senyawa basa, atau yang tidak dapat digunakan sebagai indikator sama sekali, yaitu daun suji.
Dengan adanya indikator bahan alami ini, kita dapat memperkirakan berapa besarnya pH suatu senyawa, akankah suatu senyawa memiliki sifat asam atau basa dengan penggunaan indikator bahan alami ini secara efektif.
  
LAMPIRAN

Minuman Bersoda (Sprite)


Larutan Abu


 Air Cuka





  


Air Sabun







Ket : Larutan setelah ditambahkan: 
                                                     No. 1 = Bromtimol Biru
                                                     No. 2 = Kertas Lakmus
                                                     No. 3 = Metil Jingga
                                                     No. 4 = Metil Merah
                                                     No. 5 = Fenolftalein

1 komentar:

  1. Laporan Praktikum Menentukan Trayek Ph Larutan Asam Basa Dengan Indikator Alam - Kompifiles >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Laporan Praktikum Menentukan Trayek Ph Larutan Asam Basa Dengan Indikator Alam - Kompifiles >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Laporan Praktikum Menentukan Trayek Ph Larutan Asam Basa Dengan Indikator Alam - Kompifiles >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK

    BalasHapus