LAPORAN PRAKTIKUM HIDROLISIS GARAM - Kompifiles

Latest

Rabu, 23 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM HIDROLISIS GARAM


HIDROLISIS GARAM
A.    Teori
Hidrolisis merupakan istilah untuk beraksinya suatu zat dengan air. Pada bagian ini, akan dibahas hidrolisis larutan garam. Larutan garam ada yang bersifat netral, asam ataupun basa. Sipat asam-basa suatu garam bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat dalam air tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral, contoh garam jenis ini adalah NaCl, KCl, dan Na2SO4. Dalam air, ion-ion garam tersebut tidak bereaksi satu sama lain. Contoh reaksi ionisasinya:
NaCl → Na+ + Cl-
H2O  → H+ + OH-
Larutan tersebut bersifat netral karena konsentrasi ion H+ dan OH- sama. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam larutan akan bersifat basa karena mengalami hidrolisis sebagian. Contoh garam ini adalah CH3COONa dan KCN. Dalam air, ion negatif dari garam akan bereaksi dengan ion H+ membentuk asam lemah sehingga kesetimbangan terganggu. Contoh reaksi ionisasinya:
KCN  → K+ + CN-
CN + H2O → HCN + OH
Ion H+ bereaksi dengan ion CN- membentuk HCN, sedangkan K+ tidak bereaksi dengan OH- sebeb KOH basa kuat. Karena terjadi kelebihan ion OH-, menjadikan larutan tersebut bersifat basa.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air akan bersifat asam karena mengalami hidrolisis sebagian, contohnya adalah NH4Cl. Dalam air, NH4Cl akan terionisasi dan ion NH4+ yang dihasilkan akan bereaksi dengan air, sedangkan ion Cl- tidak akan bereaksi dengan air sebab berasal dari asam kuat. Reaksi ionisasinya adalah:
NH4Cl → NH4+ + Cl-
NH4+ + H2O → NH4OH + H+
Kelebihan ion H+ dalam larutan NH4Cl menyebabkan larutan bersifat asam.
Garam-garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, misalnya NH4CN di dalam air akan mengalami hidrolisis total. Reaksi yang terjadi adalah:
NH4CN → NH4+ + CN-
NH4+ + H2O → NH4OH + H+
CN + H2O → HCN + OH-
Banyaknya ion H+ dan ion OH- bergantung pada harga Ka dan Kb asam lemah dan basa lemah pembentuknya.
B.     Alat dan Bahan
No.
Nama Alat dan Bahan
Jumlah
1
Pelat Tetes
1
2
Pipet Tetes
4
3
Larutan NH4Cl  1M
10 mL
4
Larutan CH3COONa 1M
10 mL
5
Larutan Na2CO3 1M
10 mL
6
Larutan NaCl 1M
10 mL
C.     Cara Kerja
1.      Siapkan terlebih dahulu pelat tetes yang bersih dan larutan yang akan diuji, kemudian teteskan larutan-larutan NaCl, Na2CO3, CH3COONa, dan NH4Cl masing-masing ke dalam pelat tetes (setiap larutan ditempatkan dalam 2 lubang pada pelat tetes).
2.      Masukan ke dalam masing-masing larutan kertas lakmus biru. Perhatikan gambar berikut,

Apa yang terjadi setiap kertas lakmus merah dan biru? Bagaiman warnanya sekarang!

D.    Data Pengamatan
Isikan hasil pengamatan ke dalam tabel berikut ini!
Larutan Garam
Lakmus Merah
Lakmus biru
pH
Sifat Larutan
NaCl
Tetap
Tetap
=7
Netral
Na2CO3
Biru
Tetap
>7
Basa
CH3COONa
Biru
Tetap
<7
Basa
NH4Cl
Tetap
Merah
>7
Asam
E.     Pertanyaan dan Bahan Diskusi
1.      Larutan garam-garam manakah yang bersifat:
a.       Netral  :  NaCl
b.      Asam   : NH4Cl
c.       Basa    : Na2CO3, CH3COONa
2.      Tulislah rumus basa atau asam pembentuk garam-garam tersebut dan golongkan ke dalam asam kuat dan basa kaut atau asam lemah dan basa lemah.
Garam
Basa Pembentuk
Asam Pembentuk
Rumus
Golongan
Rumus
Golongan
NaCl
NaoH
1
NaCl
1
Na2CO3
NaoH
1
Na2CO3
2
CH3COONa
NaoH
1
CH3COOH
1
NH4Cl
NaoH
1
HCl
3
3.      Buatlah kesimpulan dengan menghubungkan sifat larutan garam dalam air dan asam-basa pembentuknya.
a.       Garam yang berasal dari basa kuat dan asam kuat larutannya dalam air bersifat netral
b.      Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah larutannya dalam air bersifat basa
F.      Evaluasi Praktikum
1.      Larutan garam-garam berikut asam, netral, atau basa, jelaskan!
a.       (NH4)2 SO4
b.      NH4NO3
c.       Na2CO3
d.      K2SO4
2.      Tuliskan rekasi ionisasi untuk garam-garam pada soal nomor 1!
3.      Apakah sifat larutan (NH4)2 CO3 dalam air jika harga Ka kation 5,6 x 10-10 dan harga Kb anion 1,8 x 10-4?
4.       Tidak semua garam bersifat netral, mengapa demikian? Banyak sekali garam-garam yang bersifat asam maupun basa yang digunakan dalam memperbaiki unsur harga dalam tanah atau digunakan sebagai pupuk. Garam-garam apakah yang dugunakan sebagai pupuk untuk memperbaiki tanah yang banyak mengandung kapur? Dan garam-garam apakah yang digunakan pada tanah gambut?



Jawab:

1.         a.   (NH4)2 bersifat Asam,
b.      NH4NO3 bersifat Basa, karena Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam larutan akan bersifat basa karena mengalami hidrolisis.
c.       Na2SO3 bersifat Basa, karena Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam larutan akan bersifat basa karena mengalami hidrolisis.
d.      K2SO4 bersifat Netral, karena garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat dalam air tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersipat netral.

2.      a. (NH4)2 SO4 → (NH4)2 SO4 + 2 H2O → 2 (NH4) OH + H2 SO4
  b. NH4NO3 → NH4NO3 + H2O →  NH4 + H2NO4
  c. Na2CO3 → Na2CO3 + 2 H2O → 2NaOH + H2CO3
  d. K2SO4 → K2SO4 + H2O → K2O + H2SO4

3.       Diketahui:            pH= ½ (14 + pka - pkb)
                                                Ka kation = 5,6 x 10-10 = 56 x 10 -9
                                                Kb anion = 1,8 x 10-4 = 18 x 10 -3
                        Ditanyakan: sifat larutan ?
                    Jawab:                 pH= ½ (14 + pka - pkb)
                                                     = ½ (14 + 9 log 56 – 3 log 18)
                                                     = ½ (14 + 6 log 36)
                                                     = ½ (20 + log 36)
                                                     = 10 + log 18 = 11,25
                                    Jadi larutan tersebut bersifat basa karena pHnya >7.
           
4.         Karena sifat asam basa suatu garam bergantung pada kekuatan relatif asam basa penyusunnya. Misalnya: garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat dalam air tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam larutan akan bersifat basa karena mengalami hidrolisis, sedangkan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air akan bersifat asam karena mengalami hidrolisis sebagian.
Garam-garam yang dugunakan sebagai pupuk untuk memperbaiki tanah yang banyak mengandung kapur adalah garam yang bersipat asam, sedangkan garam yang digunakan pada tanah gambut adalah garam yang bersifat basa.


G.    Kesimpulan
·           Garam dalam air akan terurai membentuk kation dan anion seperti dari asam basa semulanya.
·           Asam merupakan basa yang lemah akan terhidrolisis.
·           Jika terjadi hidrolisis sempurna, sifat tergantung pada harga Kb atau Ka.
·           pH kurang dari 7 mempunyai sifat asam.
·           pH lebih dari 7 mempunyai sifat basa.
·           Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial).
·           Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis sebagian (parsial).
·           Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah akan mengalami hidrolisis sempurna (total).
·           Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis.
·           Garam bersifat basa karena dalam reaksi menghasilkan ion OH-.
·           Garam bersifat asam karena dalam reaksi menghasilkan ion H+.

Lampiran



Keterangan:
A.  Lakmus yang ditetesi larutan
      NaCl.

B.  Lakmus yang ditetesi larutan
      Na2CO3.

C.  Lakmus yang ditetesi larutan
      CH3COONa.

D.  Lakmus yang ditetesi larutan
      NH4CL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar